Ia tersenyum saat melihat kedatanganku
Senyumnya mengembang lepas....
Bola matanya tampak berbinar-binar....
Tiada kerutan di dahinya.......
Bahkan rambutnya tersisir rapi...walau dia tak suka memakai sisir
Fresh.....segar....!
Itulah kesan yang telihat dari luar.....
Entah apa yang sedang dipikirkan, aku tidak tahu....
Menang lotre.....itu tidak mungkin, sepertinya itu bukan tipikal dia
Timnya menang di Piala Dunia 2010...? Mungkin begitu
Atau mau libur panjang..... mungkin iyai, 'kan sebentar lagi ada libur kenaikan kelas
Aku hanya bisa menebak saja, mungkin benar atau mungkin tebakanku salah
Padahal seminggu sebelumnya................
Aku lihat temanku sangat gelisah.....
Senyum pun tidak ada....
Mulutnya bagai terkunci dengan gembok seberat 10 kg....hmmmm
Diam..... dan tampak cemberut
Ada apa gerangan?
Ia pun mulai bercerita...........
"Aku heran dengan sikap orang itu" Kata temanku
Lalu, ku tatap matanya dan ku tanyakan kembali.....
Memang kenapa orang itu.....
Ia pun mulai melanjutkan ceritanya.......
Saya pun mendengarkannya.......
Dari cerita temanku....aku menjadi tahu
Mengapa ia tampak cemberut.....
Ternyata...... ada orang yang selalu tidak setuju dengan karya yang dikerjakan temanku
Warnanya tidak mecing lah.....
Font nya kurang pas lah....
Programnya tidak baguslah.....
Pokoknya...... tidak ada yang sesuai menurutnya

Akibat kejadian itu...........
Temanku menjadi stress......
Tidur susah.... makan tidak enak ...... kerjaan pun berantakan
Ia selalu teringat akan muka orang itu.....
Benci....sebal.....kesal....marah......bercampur jadi satu
Hidupnya kacau.........
Karena yang ada di pikirannya adalah kekesalan-kekesalan yang belum ada solusinya......
Ku coba memberikan saran.....
Kutanyakan apakah dia punya orang-orang yang dicintainya....
Ia pun menjawab "ya....."
"Mengapa kau yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang kau cintai" ku lanjut bertanya
"Karena setiap ku teringat mereka, hatiku bahagia" Jawab temanku
"Sungguh?" Aku coba meyakinkan....
"Mengapa kau tak percaya?" Dia balik bertanya "Apa kaitannya dengan masalah yang sedang kui hadapi?" Ia melanjutkan pertanyaannya....
Aku tarik nafas dalam-dalam.......
"Kamu bisa belajar dari hidupmu, dan sebenarnya kamu sudah punya ilmunya, hanya saja kamu tidak menggunakannya".....aku mulai berbicara padanya
Coba pikirkan...... mengapa kamu merasa bahagia jika mengingat orang-orang yang kamu cintai....
Sebaliknya mengapa kamu sangat kesal dengan orang itu"
Sejenak ruangan menjadi hening.....
Ku lihat temanku sedang merenungkan kata-kata yang aku sampaikan....
Waktu pun berlalu----detik demi detik, menit demi menit........Ia terhanyut dalam renungannya
"Ya........aku tahu sekarang apa yang kamu maksud"
Temanku berteriak histeris.....
Jika aku mengingat orang-orang yang aku cintai aku merasa bahagia
Karena tidak pernah sedikit pun dalam pikiranku untuk menyakitinya....
Aku senantiasa mengharapkan mereka bahagia
Walaupun aku tidak tahu apakan mereka tahu apa yang kuharapkan padanya
Sebaliknya..............
Jika ku teringat dengan orang-orang yang tidak kusukai....
Maka perasaan benci, sebal, kesel, kecewa, sedih......marah bercampur jadi satu
Tak ada kebahagiaan sedikit pun yang kurasakan, justru sebaliknya.....
Aku pun mengucapkan sumpah serapah......
Namun setelah menganalisa pertanyaanmu
Aku coba belajar dari pengalaman hidupku.....
Meski sulit, namun ku coba untuk memulainya
Aku tidak mau tersiksa dengan segala kekesalan ini....
"Apa yang akan kamu lakukan?" Aku bertanya padanya
"Aku sekarang sadar bahwa jika ku mengarahkan pikiranku dengan berharap.....
Semoga mereka bahagia....maka dari kata-kata itu telah memberi efek kebahagiaan di hidupku
Sebaliknya jika aku mengucapkan sumpah serapah ......
Maka kemarahan, kebencian dan kekesalanku semakin bertambah......bahkan menunggu dengan setia di pikiranku" Itulah jawaban temanku
"Lalu?" AKu kembali bertanya
"Selama ini aku tidak mau berdamai dengan pikirkanku apa lagi dengan orang itu
Akibatnya......
Jika setiap kali aku teringat dengan orang itu dan
aku selalu mengucapkan sumpah serapah,
maka aku semakin terpuruk dalam tekanan batin ini.
Namun sekarang ku coba mengubah watak burukku
Ku harap agar ia hidup bahagia,
Hasilnya sedikit demi sedikit aku mulai merasakan kebahagiaan .
Semakin dalam ku mengharap kehidupan orang itu bahagia,
Maka semakin kuat perasaan bahagia itu menyelimuti hidupku.
Semoga orang itu memiliki niat baik padaku,
Mengingatkan agar aku terus berkarya dengan lebih baik.
Semoga aku dapat menggunakan kedua telingaku untuk mendengarkan segala nasehat orang itu.
Sebagai bukti perdamaian yang telah ku rasakan maka ..........
Dengan kedua kaki ku ini aku akan melangkah menemuninya.....
Dengan kedua tangan ini akan akan menjabat tangannya dengan penuh persahabatan
Dan dengan mulutku ini aku akan mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang dapat ku jadikan sumber pertimbangan.
Semoga demikian adanya.......
Terima kasih kawan!" Dia menutup penyampaiannya
Aku puas dengan jawaban temanku
Semoga demikian adany...kawan
Ide: Ku dengarkan keluhanmu dan ini saran dari ku.......
No comments:
Post a Comment