Halaman

Wednesday, 8 December 2010

Cari Muka apa Cari Ilmu?

Istilah di atas sering di jumpai di dunia kerja, di rumah dan di sekolah. Seseorang melakukan suatu aksi dengan tujuan mendapat perhatian lebih, misalnya dari Bos, Guru, atau Orangtua. 

Di bidang pekerjaan, seorang karyawan cari muka ke Bos dengan bekerja sangat rajin ketika ada Bosnya. Sebaliknya ia bisa malas sewaktu Bos tidak ada di tempat kerja. Di sekolah, siswa pura-pura menjadi siswa yang baik, mau mendengarkan pelajaran; Namun saat gurunya keluar kelas, ia menjadi sumber masalah. Di rumah pun seorang anak bisa melakukan hal yang sama kepada orangtuanya. Itulah sebagian contoh cari muka.

Belum lama ini, teman saya pun mengeluhkan perlakukan atasannya. Atasannya selalu mencari muka di depan bos. Karya yang dibuat teman saya pun diakuinya. Seolah-oleh dia yang membuatnya. Apakah itu contoh atasan yang baik?

Sebenarnya apakah Sang Bos tahu kelakuan karyawan yang suka cari muka?
Apa yang kira-kira akan dilakukan kepada karyawan yang suka cari muka?
Biarlah itu menjadi urusan Bos.

Kembali ke cerita sobatku...... 
Pada awalnya ia merasa kecewa dengan perlakuan atasannya. Itu merupakan respon yang wajar, bukan? Namun, apakah dengan marah akan membuat situasi berubah dan atasan tidak akan mengulanginya lagi?

Jika atasannya suka cari muka, alangkah baiknya karyawan cari ilmu. 
Banyak ilmu yang didapat saat bekerja. 
Apa yang terjadi jika teman saya memiliki prinsip kerja cari ilmu?

---------------

Ia pun tersenyum saat atasannya mengaku karyanya....bahkan mengucapkan selamat kepada atasannya karena Sang Bos suka akan karya tersebut.
Di lain waktu, ia akan mendatangi atasan dan bertanya, Pak/Bu karya lain apa yang Anda butuhkan agar Bos senang dengan pekerjaan Anda.

Kira-kira apa jawaban atasan?......




Sumber:
Sobat ku yang bercerita

No comments:

Post a Comment